Tangisan Pejuang
Kesunyian dan aromanya menyebar ke tujuh ruang
Kini hanya tetes embun di jendela yang bicara
Burung burung kenari cantik ditembak jadi kelelawar
Bunga mekar diteras telah mengelupas jadi lumut
Arwahnya telah menangis duka
Lihat tubuhnya penuh keringat dan darah
Garam- garam bertaburan didaging terbuka
Di kepala- kepala di sumur buangan
Jeritan itu masih terdengar
Di sudut- sudut ruang hampa
Jejak jejak darah didinding
Seakan mencair ke lantai penuh debu
Dengan panasnya api hati belanda
Baju baju suci itu masih tergantung
Kemeja- kemeja putih bekas hati yang putih
Telah terkotori dengan dendam hitam
Kerahnya berisi darah bekas kepala putus
Bekas telinga yang disobek dengan pisau
Kini hanya jadi pelajaran
Namun tlah diabaikan oleh para penerus bangsa
Merdeka, bahagia, tak lagi jadi bincangan
Arwah mereka kini hanya mampu diam sambil menangis
Darah di kerah itu seakan air mata
Bukti pejuang kami tak pernah bahagia
Dulu disiksa, sekarang rasanya lebih disiksa
Perjuangannya sungguh tak lagi berguna