Kamis, 21 Juli 2011

Puisi Tangisan Pejuang

Tangisan Pejuang
Kesunyian dan aromanya menyebar ke tujuh ruang
Kini hanya tetes embun di jendela yang bicara
Burung burung kenari cantik ditembak jadi kelelawar
Bunga mekar diteras telah mengelupas jadi lumut
                                      Arwahnya telah menangis duka
                                      Lihat tubuhnya penuh keringat dan darah
                                      Garam- garam bertaburan didaging terbuka
                                      Di kepala- kepala di sumur buangan
Jeritan itu masih terdengar
Di sudut- sudut ruang hampa
Jejak jejak darah didinding
Seakan mencair ke lantai penuh debu
Dengan panasnya api hati belanda
                                      Baju baju suci itu masih tergantung
                                      Kemeja- kemeja putih bekas hati yang putih
                                      Telah terkotori dengan dendam hitam
                                      Kerahnya berisi darah bekas kepala putus
                                      Bekas telinga yang disobek dengan pisau


Kini hanya jadi pelajaran
Namun tlah diabaikan oleh para penerus bangsa
Merdeka, bahagia, tak lagi jadi bincangan
Arwah mereka kini hanya mampu diam sambil menangis
Darah di kerah itu seakan air mata
Bukti pejuang kami tak pernah bahagia
Dulu disiksa, sekarang rasanya lebih disiksa
Perjuangannya sungguh tak lagi berguna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar